Jumat, 11 Mei 2012

KB metode kalender


BAB II
TINJAUAN TEORI

A.    Pengertian
Metode kalender atau dikenal sebagai metode knaus ogino bergantung pada perhitungan hari untuk mengkira –kira kapan jauhnya fase subur. Metode ini diperkenalkan oleh kyusaku Ogino (dari Jepang) dan herman Knaus (dari Jerman).
Menurut Hanafi tahun 2004, pada tahun 1930 Kyusaku Ogino di Jepang dan Herman Knaus di Austria yang bekerja sendiri-sendiri menemukan bahwa :
Ogino        :           Ovulasi umumnya terjadi pada hari ke 15 sebelum haid berikutnya tetapi dapat pula terjadi 12-16 hari sebelum haid yang akan datang
Knaus        :           Ovualasi selalu terjadi pada hari ke 15 sebelum haid akan datang.
Problem terbesar dalam metode kalender adalah bahwa jarang ada wanita yang mempunyai siklus haid teratur setiap 28 hari.
Metode kalender termasuk dalam kontrasepsi pantang berkala artinya pasangan berpantang melakukan hubungan seksual beberapa hari sebelum ditambah beberapa hari sesudah ovulasi.
Masa berpantang dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Hari Pertama mulai subur  : Siklus haid terpendek – 18
Hari subur terakhir            : siklus haid terpanjang -11
Sebenarnya cara ini hanya cocok bagi wanita yang siklus haidnya teratur. Sebelum memulai cara ini hendaknya wanita mencatat pola siklus haidnya paling sedikit selama 6 bulan dan sebaiknya selama 12 bulan. Setelah ini dicatat barulah ditentukan kapan mulainya hari subur pertama dan hari subur terakhir dengan mengguankan rumus (Sinopsis jilid, 1998)
Prinsip pantang berkala adalah tidak melakukan persetubuhan pada masa subur istri. Untuk menentukan masa subur istri dipakai patokan :
1.      Ovulasi terjadi 14 + 2 hari sebelum haid yang akan datang
2.      Sperema dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi
3.      Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi. Jadi, jika konsepsi ingin dicegah, koitus harus dihindari sekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi, dan 24 jam setelah ovulasi terjadi (Sarwono, 2002).
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan metode kalender adalah suatu metode kontraspesi yang dalam penerapannya pasangan harus berpantang melakukan hubungan seksual pada masa ovulasi.

B.     Teknik Metode Kalender
1.      Seorang wanita menentukan masa suburnya dengan :
a.       Mengurangi 18 hari siklus haid terpendek. Untuk menentukan awal dari masa suburnya.
b.      Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir dari masa suburnya (Hanafi, 2003)
2 angka yang diperoleh merupakan rangi masa subur. Dalam jangka waktu subur tersebut harus pantang senggama, diluarnya merupakan rasa aman (Sarwono, 2002)
2.      Tabel cara mengetahui hari aman dan hari berpantang system kalender
Siklus Terpendek
Hari Pertama Masa Subur
Siklus Terpanjang
Hari Terakhir Masa Subur
21 Hari               
Hari ke 3              
21 Hari              
Hari ke 10         
22 Hari               
Hari ke 4              
22 Hari              
Hari ke 11         
23 Hari               
Hari ke 5              
23 Hari              
Hari ke 12         
24 Hari               
Hari ke 6              
24 Hari              
Hari ke 13         
25 Hari               
Hari ke 7              
25 Hari              
Hari ke 14         
26 Hari               
Hari ke 8              
26 Hari              
Hari ke 15         
27 Hari               
Hari ke 9              
27 Hari              
Hari ke 16         
28 Hari               
Hari ke 10          
28 Hari              
Hari ke 17         
29 Hari               
Hari ke 11          
29 Hari              
Hari ke 18         
30 Hari               
Hari ke 12          
30 Hari              
Hari ke 19         
31 Hari               
Hari ke 13          
31 Hari              
Hari ke 20         
32 Hari               
Hari ke 14          
32 Hari              
Hari ke 21         
33 Hari               
Hari ke 15          
33 Hari              
Hari ke 22         
34 Hari               
Hari ke 16          
34 Hari              
Hari ke 23         
35 Hari               
Hari ke 17          
35 Hari              
Hari ke 24         

Setelah menentukan hari pertama haid, hari pertama masa subur dan hari terakhir masa subur. Segeralah pindahkan ke kalender untuk diikuti secara ketat yaitu tidak bersenggama pada hari subur (hari berpantang) (Sinopsis jilid 2, 1998).

C.    Contoh Penerapan Metode Kalender
Penerapan
Pada prinsipnya metode KB kalender adalah melakukan kombinasi pengamatan dan pemetaan (Shymto Thermo Method) :
ü  Suhu basal tubuh
ü  Lendir rahim
ü  Posisi leher rahim
Ketiga tanda tanda kesuburan diatas dipetakan setiap hari, mulai hari pertama menstruasi. beberapa bulan setelah pemetaan, anda akan dimulai mengerti siklus menstruasi anda. Namun, tidak berhenti melakukan pemetaan.
1.      Soal 1
Seorang wanita mempunyai siklus haid yang amat teratur setiap bulan, selama 28 hari. Maka siklus haid terpendek wanita itu adalah 28 hari dan terpanjang juga 28 hari. (haidnya sangat teratur).
Maka bila wanita ini ingin memakai metode kalender, bila dipakai rumus yang telah disebutkan diatas hasilnya adalah :
Mulai berpantang pada hari pertama ia subur :
28 hari – 18 hari ke 10 dari hari pertama haid
Mulai berakhir hari subur :
28-11 = hari ke 17, jadi masa berpantang adalah mulai hari ke 10 sampai dengan hari ke 17 dihitung mulai dari haid pertama dan ini harus ditandai dengan spidol merah pada kalender dirumahnya (Mempermudah dalam mengingat).
Metode system kalender pantang berkala siklus haid 28 hari
Minggu

7
14
21
28
Senin
1
8
15
22
29
Selasa
2
9
16
23
30
 Rabu
3
10
17
24
31
Kamis
4
11
18
25

Jum’at
5
12
19
26

Sabtu
6
13
20
27

Keterangan :
Hari Aman           : Tanggal yang tidak dikurung. Pada hari-hari ini boleh melakukan hubungan seksual atau dalam masa yang tidak subur.
Hari Bahaya        : Tanggal yang dikurung, pada hari-hari ini berpantang melakukan hubungan seksual
Hari 1                  : hari pertama haid
Hari 10, 11          : Berhubungan pada hari-hari ini memungkikan sperma masih hidup dapat membuahi sel telur (Ovum).
Hari 12, 13, 14    : Ovulasi dapat terjadi setiap saat
Hari 15, 16          : Ovulasi masih mungkin terjadi
Hari 17                : Sel telur masih mungkin ada dan hidup
Hari 29                : Mulai haid lagi (Hari 1 haid)
Pada contoh tersebut digambarkan bagaimana memakai system kalender pada seorang wanita dengan siklus haid 28 hari
2.      Soal 2
Seorang wanita mempunyai sklus haid tidak teratur. Setelah dicatat selama 6 bulan sampai 12 bulan diperoleh siklus haid terpendek adalah 22 hari dan terpanjang 40 hari.
Bila wanita ingin memakai system kalender untuk mencegah kehamilan,



maka dengan memakai rumus diatas, diperoleh :
Hari pertama   subur : 22-18 = hari ke 4
Hari terakhir masih subur = 40-11 = hari ke 29
Lamanya berpantang mulai hari ke 4 sampai hari ke 29 adalah selama 25 hari dalam satu bulan.

D.    Kekurangan dan Kelebihan Metode Kalender
1.      Kekuranganya meliputi :
Metode kalender tidaklah tepat karena panjang siklus menstruasi setiap orang tidaklah sama. Dalam praktek sukar menentukan ovulasi secara tepat. agar efektif harus sering dilakukan pantang berkala. Hanya sedikit wanita yang memiliki daur haid teratur, lagi pula dapat terjadi variasi, lebih lebih jika sesudah melahirkan dan tahun tahun menjeleng menopause. Ovulasi tidak selalu terjadi pada hari ke 14. banyak yang menganggap metode ini sulit diterapkan dan sudah ketinggalan jaman.
2.      Kelebihannya meliputi :
a.       Tanpa efek samping
b.      Gratis, tidak perlu membeli obat atau ke dokter
c.       tidak menggunakan bahan kimia
d.      Dapat digunakan baik untuk mencapai kehamilan maupun kontrasepsi
e.       Dapat digunakan oleh semua wanita, baik tua maupun muda bahkan untuk wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur.
f.       Apabila dipraktekkan dengan benar. keefektifanya bmencapai 99 % setara dengan pil KB.
DAFTAR PUSTAKA


Hartanto, Hanafi. 2004. KB dan Kontrasepsi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri 2. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono. 2006 Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sujiyatini, S.SiT. Panduan lengkap pelayanan KB terkini : 63- 64

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar